Cookie Consent by Official Cookie Consent 2021 | FISIKA
Senin, 13 Desember 2021
Soal dan Pembahasan | Teori Relativitas Khusus Einsten (Fisika Kelas 12)

Soal dan Pembahasan | Teori Relativitas Khusus Einsten (Fisika Kelas 12)

Soal dan pembahasan : relativitas khusus Einstein ditulis sebagai bahan belajar atau referensi untuk membuat soal-soal ulangan harian, yang mana materi relativitas khusus Einstein dipelajari oleh siswa pada kelas 12 semester genap. Sebagian besar siswa menganggap bahwa materi relativitas khusus Einstein sebagai salah satu materi fisika yang sulit dipahami, oleh karena itu dengan artikel ini semoga dapat menambah pemahaman kepada para pembaca dalam memahami materi relativitas khusus Einstein. Sebelum melanjutkan membaca soal dan pembahasan relativitas khusus Einstein, silahkan dibaca juga artikel kami yang berjudul Jurus Jitu : Menyelesaikan Soal Relativitas Khusus Einstein, disana para pembaca akan menemukan beberapa tips dan trik yang saya sebut jurus jitu sebagai hasil apa yang saya peroleh dalam mempelajari materi ini dan saya gunakan untuk membuat pembahasan dalam soal-soal di bawah ini. Selamat membaca.

Soal nomor 1

Sebuah partikel yang bergerak dengan kelajuan 0,3c terhadap kerangka acuan laboratorium memancarkan sebuah elektron searah dengan kecepatan 0,3c relatif terhadap partikel. Laju elektron tadi menurut kerangka acuan laboratorium paling dekat nilainya dengan ...
A. 0,32c
B. 0,51c
C. 0,66c
D. 0,76c
E. 0,90c
Kunci jawaban: "B"
pembahasan soal nomor 1:
Soal di atas dapat diilustrasikan sebagai berikut
Soal dan Pembahasan | Teori Relativitas Khusus Einsten (Fisika Kelas 12)

vPL = 0,3c (kecepatan partikel relatif terhadap lab)
vEP = 0,3c (kecepatan elektron relatif terhadap partikel)
vEL = ...? (kecepatan elektron relatif terhadap lab)
persamaan umum untuk penjumlahan relativistiknya dapat ditulis
Soal dan Pembahasan | Teori Relativitas Khusus Einsten (Fisika Kelas 12)

Soal nomor 2

Dua roket saling mendekat dengan kelajuan sama relatif terhadap bumi. jika kelajuan relatif roket satu terhadap roket lainnya adalah 0,80c maka kelajuan roket adalah ....
A. 0,40c
B. 0,50c
C. 0,60c
D. 0,70c
E. 0,75c
Kunci jawaban: "B"
pembahasan soal nomor 2:
Soal di atas dapat diilustrasikan sebagai berikut :
Soal dan Pembahasan | Teori Relativitas Khusus Einsten (Fisika Kelas 12)

v1B = v (kecepatan pesawat 1 relatif terhadap bumi)
v2B = -v (kecepatan pesawat 2 relatif terhadap bumi)
v12 = 0,8c (kecepatan pesawat 1 relatif terhadap pesawat 2)
v ... ?
persamaan umum penjumlahan relativitasnya dapat ditulis

Untuk persamaan di atas kita dapat menggunakan rumus abc, dimana a = 0,4, b = (-c), dan c = 0,4c2 seperti berikut ini
Soal dan Pembahasan | Teori Relativitas Khusus Einsten (Fisika Kelas 12)

Soal nomor 3

Perbandingan dilasi waktu untuk sistem yang bergerak pada kecepatan 0,8c (c = cepat rambat cahaya) dengan sistem yang bergerak dengan kecepatan 0,6c adalah ....
A. 3 : 4
B. 4 : 3
C. 9 : 2
D. 9 : 16
E. 16 : 9
Kunci jawaban: "B"
pembahasan soal nomor 3:
Berdasarkan soal dapat diketahui
v1 = 0,8c
v2 = 0,6c
Δt1 : Δt2 = ... ?
Persamaan untuk dilatasi waktu adalah
Δt = γ Δt0 ... (1)
Dengan menggunakan kecepatan dan konsep phytagoras (baca jurus jitu) kita dapat menentukan nilai γ sebagai berikut:
v1 = 0,8c
v1 = 8/10 c
sisi siku-siku = 8
sisi miring = 10
sisi siku-siku lainnya = 6
γ1 = 10/6
v2 = 0,6c
v2 = 6/10 c
sisi siku-siku = 6
sisi miring = 10
sisi siku-siku lainnya = 8
γ2 = 10/8
berdasarkan persamaan (1) kita dapat menuliskan persamaan perbandingannya
Soal dan Pembahasan | Teori Relativitas Khusus Einsten (Fisika Kelas 12)

Soal nomor 4

Sebuah cincin berbentuk lingkaran diam dalam kerangka S seperti ditunjukkan dalam gambar.
Soal dan Pembahasan | Teori Relativitas Khusus Einsten (Fisika Kelas 12)

Bentuk cincin menurut pengamat O’ adalah ....
Soal dan Pembahasan | Teori Relativitas Khusus Einsten (Fisika Kelas 12)

Kunci jawaban: "C"
pembahasan soal nomor 4:
Karena pengamat O’ berada pada kerangka acuan S’ yang bergerak dalam arah sumbu x dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya, maka jari – jari lingkaran yang sejajar dengan sumbu x akan mengalami kontraksi panjang sehingga panjangnya menjadi lebih kecil dari panjang jari-jari semula. Oleh karena itu bentuknya akan menyempit dalam arah vertikal seperti pada gambar C

Soal nomor 5

Sebuah pesawat ruang angkasa yang panjangnya 6 m bergerak dengan kecepatan 2,7 x 108 m/det. Panjang pesawat menurut pengamat yang diam di bumi adalah ....
A. 1,9 m
B. 2,6 m
C. 4,0 m
D. 8,0 m
E. 19 m
Kunci jawaban: "B"
pembahasan soal nomor 5:
L0 = 6m
v = 2,7 x 108 m/s
v = (2,7 x 108)/3 x 108
v = 0,9c
L ... ?
Menentukan nilai “γ”
v = 0,9c
v = 9/10 c
sisi siku-siku = 9
sisi miring = 10
sisi siku-siku lainnya
x2 = 102 – 92
x2 = 100 – 81
x2 = 19
x = √19
x = 4,4 m
jadi nilai γ
γ = 10/4,4

persamaan untuk relativitas panjang
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhY9Su_GFJCzi6KnxRdbQCNqtHCdlhw0H9hWxMlFwBI9CFYVpNk5znh3QUgnrJMf7G9VKxgoaiTnsHMP1KQesxL8rLCNrz-tudsh7g0TspLslalgefZD__l6j2dmrZN9A2n8e4WuvzWhxr3f4TPYHjfjYVtmzylMfoJQS7mxtYNvgHGBiV4u_lJLC6_=s198

Soal nomor 6

Sebuah kubus memiliki volume sejati 1000 cm3. Volum kubus tersebut menurut seseorang pengamat yang bergerak dengan kecepatan 0,8c relatif terhadap kubus dalam arah sejajar salah satu rusuknya adalah ....
A. 100 cm3
B. 300 cm3
C. 400 cm3
D. 500 cm3
E. 600 cm3
Kunci jawaban: "E"
pembahasan soal nomor 6:
Berdasarkan soal dapat diketahui
V0 = 1000 cm3
v = 0,8c
V ... ?
Menentukan nilai “γ”
v = 0,8c
v = 8/10 c
sisi siku-siku = 8
sisi miring = 10
sisi siku-siku lainnya (x) = 6
(pasangan triple phytagoras)
jadi nilai γ
γ = 10/6

karena kubus bergerak sejajar dengan salah satu rusuknya, maka hanya satu rusuk yang mengalami konstraksi panjang, sehingga hubungan antara volume diam dengan volume bergerak kubus dapat ditulis
V0 = L03 (Volume diam kubus)
V = L3 (Volume bergerak kubus)
V = L . L2
V = L0 / γ . L02
V = L03 / γ
V = V0 / γ
V = 1000 / (10/6)
V = 1000 . 6 / 10
V = 600 cm3

Soal nomor 7

Sebuah benda mempunyai massa diam 2 kg. Bila benda bergerak dengan kecepatan 0,6c, maka massanya akan menjadi ....
A. 2,6 kg
B. 2,5 kg
C. 2,0 kg
D. 1,6 kg
E. 1,2 kg
Kunci jawaban: "B"
pembahasan soal nomor 7:
Berdasarkan soal dapat diketahui
m0 = 2 kg
v = 0,6c
m ... ?
Menentukan nilai “γ”
v = 0,6c
v = 6/10 c
sisi siku-siku = 6
sisi miring = 10
sisi siku-siku lainnya (x) = 8
(pasangan triple phytagoras)
jadi nilai γ
γ = 10/8

persamaan untuk massa relativistik adalah
m = γm0
m = (10/8) 2
m = 2,5 kg

Soal nomor 8

Sebuah kubus dengan massa jenis 3200 kg/m3 bergerak dengan kelajuan 0,6c sejajar salah satu rusuknya terhadap pengamat O. Massa jenis kubus itu bila diukur oleh pengamat O adalah (dalam kg/m3) ....
A. 2560
B. 3200
C. 4000
D. 5000
E. 5400
Kunci jawaban: "D"
pembahasan soal nomor 8:
Berdasarkan soal dapat diketahui
ρ0 = 3200 kg/m3
v = 0,6c
ρ .... ?
Menentukan nilai “γ”
v = 0,6c
v = 6/10 c
sisi siku-siku = 6
sisi miring = 10
sisi siku-siku lainnya (x) = 8
(pasangan triple phytagoras)
jadi nilai γ
γ = 10/8

Hubungan antara massa jenis relativistik (ρ) dan massa jenis diamnya (ρ0) dapat ditentukan dengan persamaan berikut ini
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhY9Su_GFJCzi6KnxRdbQCNqtHCdlhw0H9hWxMlFwBI9CFYVpNk5znh3QUgnrJMf7G9VKxgoaiTnsHMP1KQesxL8rLCNrz-tudsh7g0TspLslalgefZD__l6j2dmrZN9A2n8e4WuvzWhxr3f4TPYHjfjYVtmzylMfoJQS7mxtYNvgHGBiV4u_lJLC6_=s198

Soal nomor 9

Agar energi kinetik benda bernilai 20% energi diamnya dan c adalah kelajuan cahaya dalam ruang hampa, maka benda harus bergerak dengan kelajuan ....
A. c/4
B. c/2
C. c√11 /6
D. c√2 /3
E. c√13 /6
Kunci jawaban: "C"
pembahasan soal nomor 9:
Berdasarkan soal dapat diketahui
EK = 20 E0
v ... ?
persamaan energi kinetik relativistik dapat ditulis
EK = (γ – 1)E0
20%E0 = (γ – 1)E0
0,2 = γ – 1
γ = 1,2
γ = 12/10, dimana
12 merupakan sisi miring
10 merupakan sisi siku-siku
Dengan menggunakan konsep phytagoras kita dapat menentukan sisi siku-siku lainnya yakni
x2 = 122 – 102
x2 = 144 – 100
x2 = 44
x = 2√11
sehingga kecepatan benda adalah
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhY9Su_GFJCzi6KnxRdbQCNqtHCdlhw0H9hWxMlFwBI9CFYVpNk5znh3QUgnrJMf7G9VKxgoaiTnsHMP1KQesxL8rLCNrz-tudsh7g0TspLslalgefZD__l6j2dmrZN9A2n8e4WuvzWhxr3f4TPYHjfjYVtmzylMfoJQS7mxtYNvgHGBiV4u_lJLC6_=s198

Soal nomor 10

Jika energi total proton adalah empat kali energi diamnya, maka kelajuan proton adalah ... (c = kecepatan cahaya)
A. 2/3 √2 c
B. 1/4 √15 c
C. 3/5 √3 c
D. 1/2 √11 c
E. 1/6 √5 c
Kunci jawaban: "B"
pembahasan soal nomor 10:
Berdasarkan soal dapat diketahui
E = 4E0
v .... ?
persamaan energi total relativistik dapat ditulis
E = γE0
4E0 = γE0
γ = 4
γ = 4/1, dimana
4 merupakan sisi miring
1 merupakan sisi siku-siku
Dengan menggunakan konsep phytagoras kita dapat menentukan sisi siku-siku lainnya
x2 = 42 – 12
x2 = 16 – 1
x2 = 15
x = √15
sehingga kecepatan benda tersebut adalah
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhY9Su_GFJCzi6KnxRdbQCNqtHCdlhw0H9hWxMlFwBI9CFYVpNk5znh3QUgnrJMf7G9VKxgoaiTnsHMP1KQesxL8rLCNrz-tudsh7g0TspLslalgefZD__l6j2dmrZN9A2n8e4WuvzWhxr3f4TPYHjfjYVtmzylMfoJQS7mxtYNvgHGBiV4u_lJLC6_=s198

Soal nomor 11

Sebuah pesawat bergerak dengan kecepatan 0,6c terhadap bumi. dari pesawat ditembakkan peluru dengan kecepatan 0,4c searah dengan pesawat. kecepatan peluru terhadap bumi adalah ....
A. c
B. 0,8c
C. 0,6c
D. 0,5c
E. 0,2c
Kunci jawaban: "B"
pembahasan soal nomor 11:
Soal di atas dapat diilustrasikan sebagai berikut
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhY9Su_GFJCzi6KnxRdbQCNqtHCdlhw0H9hWxMlFwBI9CFYVpNk5znh3QUgnrJMf7G9VKxgoaiTnsHMP1KQesxL8rLCNrz-tudsh7g0TspLslalgefZD__l6j2dmrZN9A2n8e4WuvzWhxr3f4TPYHjfjYVtmzylMfoJQS7mxtYNvgHGBiV4u_lJLC6_=s198

vPB = 0,6c (kecepatan pesawat relatif terhadap bumi)
vRP = 0,4c (kecepatan peluru relatif terhadap pesawat)
vRB = ... ? (kecepatan peluru relatif terhadap bumi)
tuliskan persamaan umumnya sebagai berikut
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhY9Su_GFJCzi6KnxRdbQCNqtHCdlhw0H9hWxMlFwBI9CFYVpNk5znh3QUgnrJMf7G9VKxgoaiTnsHMP1KQesxL8rLCNrz-tudsh7g0TspLslalgefZD__l6j2dmrZN9A2n8e4WuvzWhxr3f4TPYHjfjYVtmzylMfoJQS7mxtYNvgHGBiV4u_lJLC6_=s198

Soal nomor 12

Pada sebuah dinding tegak terdapat gambar sebuah segitiga sama sisi dengan panjang sisi 3 . Seandainya gambar tersebut dilihat oleh orang yang sedang berada di dalam pesawat yang bergerak sejajar dengan dinding dengan kecepatan 0,60c, maka luas segitiga tersebut adalah ....
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhY9Su_GFJCzi6KnxRdbQCNqtHCdlhw0H9hWxMlFwBI9CFYVpNk5znh3QUgnrJMf7G9VKxgoaiTnsHMP1KQesxL8rLCNrz-tudsh7g0TspLslalgefZD__l6j2dmrZN9A2n8e4WuvzWhxr3f4TPYHjfjYVtmzylMfoJQS7mxtYNvgHGBiV4u_lJLC6_=s198

https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhY9Su_GFJCzi6KnxRdbQCNqtHCdlhw0H9hWxMlFwBI9CFYVpNk5znh3QUgnrJMf7G9VKxgoaiTnsHMP1KQesxL8rLCNrz-tudsh7g0TspLslalgefZD__l6j2dmrZN9A2n8e4WuvzWhxr3f4TPYHjfjYVtmzylMfoJQS7mxtYNvgHGBiV4u_lJLC6_=s198


A. √3 ms2
B. 1,8√2 m2
C. 1,8√3 m2
D. 2,4√3 m2
E. 3√3 m2
Kunci jawaban: "C"
pembahasan soal nomor 12:
Menentukan nilai “γ”
v = 0,6c
v = 6/10 c
sisi siku-siku = 6
sisi miring = 10
sisi siku-siku lainnya (x) = 8
(pasangan triple phytagoras)
jadi nilai γ
γ = 10/8

karena pesawat bergerak sejajar dengan dinding, maka bagian segitiga yang mengalami kontraksi panjang adalah tinggi segitiga tersebut. perhatikan ilustrasi berikut
gambar 12
tinggi diam segitiga sama sisi adalah
t02 = 32 – 1,52
t02 = (2 . 1,5)2 – 1,52
t02 = (22 – 1) 1,52
t02 = (4 – 1) . 1,52
t02 = 3 . 1,52
t0 = 1,5√3 m
hubungan antara luas diam dengan luas bergeraknya adalah
gambar 12a

Soal nomor 13

Ada dua anak kembar A dan B. A berkelana di antariksa dengan pesawat antariksa yang berkecepatan 0,8c. setelah 12 tahun berkelana A pulang ke bumi. menurut B perjalanan A telah berlangsung selama ...
A. 20 tahun
B. 15 tahun
C. 12 tahun
D. 10 tahun
E. 8 tahun
Kunci jawaban: "A"
pembahasan soal nomor 13:
Berdasarkan soal dapat diketahui
Δt0 = 12 tahun
v = 0,8c
Δt ... ?
Menentukan nilai “γ”
v = 0,8c
v = 8/10 c
sisi siku-siku = 8
sisi miring = 10
sisi siku-siku lainnya (x) = 6
(pasangan triple phytagoras)
jadi nilai γ
γ = 10/6
persamaan dilatasi waktu adalah
Δt = γΔt0
Δt = 10/6 Δt0
Δt = 10/6 . 12
Δt = 20 tahun

Soal nomor 14

Bila laju partikel 0,6 c, maka perbandingan massa relativistik partikel itu terhadap massa diamnya adalah ....
A. 5 : 3
B. 25 : 9
C. 5 : 4
D. 25 : 4
E. 8 : 5
Kunci jawaban: "C"
pembahasan soal nomor 14:
Berdasarkan soal dapat diketahui
v = 0,6c
m : m0 = ...?
Menentukan nilai “γ”
v = 0,6c
v = 6/10 c
sisi siku-siku = 6
sisi miring = 10
sisi siku-siku lainnya (x) = 8
(pasangan triple phytagoras)
jadi nilai γ
γ = 10/8

persamaan untuk massa relativistik adalah
m = γ m0
m : m0 = γ
m : m0 = 10 : 8
m : m0 = 5 : 4

Soal nomor 15

Sebuah elektron bergerak dengan kecepatan v = 1/12 c √23 . pernyataan yang benar adalah ....
(1) Massa geraknya = 12/11 x massa diamnya
(2) Energi totalnya = 12/11 x energi diamnya
(3) Energi kinetiknya = 1/11 x energi diamnya
(4) Energi totalnya = 11/12 x energi diamnya
Kunci jawaban: “A” (1, 2, 3 benar)
pembahasan soal nomor 15:
Berdasarkan soal dapat diketahui
v = 1/12 c √23

menentukan nilai γ
v = √23/12 c , dimana
√23 merupakan sisi siku-siku
12 merupakan sisi miring
Dengan menggunakan konsep phytagoras kita dapat menentukan panjang sisi siku-siku satunya sebagai berikut
x2 = 122 – (√23)2
x2 = 144 – 23
x2 = 121
x = 11
sehingga nilai γ adalah
γ = 12/11

persamaan massa relativistik
m = γ m0
m = 12/11 m0
pernyataan 1 benar

persamaan energi relativistik
EK = (γ – 1) E0
EK = (12/11 – 1) E0
EK = 1/11 E0
Pernyataan 3 benar

EKtot = γE0
EKtot = 12/11 E0
Pernyataan 2 benar dan pernyataan 4 salah

Soal nomor 16

Sebuah pesawat mempunyai massa diam m0 bergerak dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya sehingga massanya menjadi 1 ¼ x massa diamnya. Jika kecepatan cahaya c, maka energi kinetik benda itu adalah ....
A. 0,25 m0c2
B. 0,5 m0c2
C. m0c2
D. 1,25 m0c2
E. 1,5 m0c2
Kunci jawaban: "A"
pembahasan soal nomor 16:
Berdasarkan soal dapat ditulis
m = 1 ¼ m0
m = 5/4 m0
EK ...?
Berdasarkan persamaan untuk massa relativistik
m = γ m0
maka kita dapat mengetahui bahwa
γ = 5/4

persamaan energi relativistik adalah
EK = (γ – 1) E0
EK = (5/4 – 1)m0c2
EK = ¼ m0c2
EK = 0,25 m0c2

Soal nomor 17

Agar energi kinetik benda bernilai 25% energi diamnya dan c adalah kecepatan cahaya dalam ruang hampa, maka benda harus bergerak dengan kelajuan ....
A. c/4
B. c/2
C. 3c/5
D. 3c/4
E. 4c/5
Kunci jawaban: "C"
pembahasan soal nomor 17:
Berdasarkan soal dapat diketahui
EK = 25% E0
EK = 0,25 E0
v ... ?
persamaan untuk energi relativistik
EK = (γ – 1) E0
0,25 E0 = (γ – 1) E0
0,25 = γ – 1
γ = 1,25
γ = 5/4, dimana
sisi siku-siku = 4
sisi miring = 5
sisi siku-siku lainnya (x) = 3
(pasangan triple phytagoras)
Jadi besar kecepatan v
v = 3/5 c

Soal nomor 18

Periode suatu pendulum di muka bumi besarnya 3,0 detik. Bila pendulum tersebut diamati oleh seseorang yang bergerak relative terhadap bumi dengan kecepatan 0,95c, maka periode pendulum tersebut dalam detik adalah ....
A. 0,5
B. 1,5
C. 9,6
D. 15
E. 300
Kunci jawaban: "D"
pembahasan soal nomor 18:
Δt0 = 3,0 s
v = 0,95c
Δt ... ?
menentukan nilai γ
v = 0,95c
v = 95/100 c , dimana
95 merupakan sisi siku-siku
100 merupakan sisi miring
Dengan menggunakan konsep phytagoras kita dapat menentukan panjang sisi siku-siku satunya sebagai berikut
x2 = 1002 – 952
x2 = 10000 – 9025
x2 = 975
x2 = √975
x = 31,22

sehingga nilai γ adalah
γ = 100/31,22
γ = 3,2
Persamaan relativitas dilatasi waktu
Δt = γ Δt0
Δt = 3,2 . 3,0
Δt = 9,6 s

Soal nomor 19

Sebuah pesawat bergerak dengan laju relativistic v. sebuah peluru bermassa diam m ditembakkan searah dengan pesawat dengan laju v relatif terhadap pesawat. jika v = 2/3 c dengan c adalah laju cahaya, maka menurut pengamat di bumi energi total peluru tersebut adalah ....
A. 10mc2/5
B. 11mc2/5
C. 12mc2/5
D. 13mc2/5
E. 15mc2/5
Kunci jawaban: "D"
pembahasan soal nomor 19:
Karna pengamat merupakan orang yang diam di bumi, maka energi kinetiknya juga berdasarkan orang yang diam di bumi, untuk itu kita perlu menentukan besar kecepatan peluru relatif terhadap bumi. Soal di atas dapat diilustrasikan sebagai berikut
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhY9Su_GFJCzi6KnxRdbQCNqtHCdlhw0H9hWxMlFwBI9CFYVpNk5znh3QUgnrJMf7G9VKxgoaiTnsHMP1KQesxL8rLCNrz-tudsh7g0TspLslalgefZD__l6j2dmrZN9A2n8e4WuvzWhxr3f4TPYHjfjYVtmzylMfoJQS7mxtYNvgHGBiV4u_lJLC6_=s198

vPB = 2c/3 (kecepatan pesawat relatif terhadap bumi)
vRP = 2c/3 (kecepatan peluru relatif terhadap pesawat)
vRB = ... ? (kecepatan peluru relatif terhadap bumi)
tuliskan persamaan umumnya sebagai berikut
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhY9Su_GFJCzi6KnxRdbQCNqtHCdlhw0H9hWxMlFwBI9CFYVpNk5znh3QUgnrJMf7G9VKxgoaiTnsHMP1KQesxL8rLCNrz-tudsh7g0TspLslalgefZD__l6j2dmrZN9A2n8e4WuvzWhxr3f4TPYHjfjYVtmzylMfoJQS7mxtYNvgHGBiV4u_lJLC6_=s198

Menentukan nilai “γ”
v = 12/13 c
sisi siku-siku = 12
sisi miring = 13
sisi siku-siku lainnya (x) = 5
(pasangan triple phytagoras)
jadi nilai γ
γ = 13/5

menentukan energi total
Etot = γ E0
Etot = 13mc2/5

Soal nomor 20

Sebuah partikel bermassa diam m0 bergerak sedemikian rupa sehingga energi totalnya adalah 2 kali energi diamnya. Partikel ini menumbuk partikel diam yang bermassa m0 dan keduanya membentuk partikel baru. Momentum partikel baru adalah ....
A. 3√2 m0c
B. 3 m0c
C. 2 m0c
D. √3 /3 m0c
E. √3 m0c
Kunci jawaban: "E"
pembahasan soal nomor 20:
Berdasarkan soal dapat diketahui
Etot = 2 E0
p ... ?
persamaan untuk relativitas energi dan momentum adalah
Etot2 = E02 + (pc)2
(2E0)2 = E02 + (pc)2
4E02 = E02 + (pc)2
3E02 = (pc)2
pc = √3 E0
pc = √3 m0c2
p = √3 m0c
demikian beberapa soal dan pembahasan tentang materi Teori Relativitas Khusus Einstein, semoga bisa memberikan manfaat kepada para pembaca. jika ada yang ingin bertanya atau menyampaikan saran dan kritik bisa ditulis di kolom komentar

Kamis, 02 Desember 2021
Jurus Jitu : Menyelesaikan Soal Relativitas Khusus Einstein

Jurus Jitu : Menyelesaikan Soal Relativitas Khusus Einstein

Materi relativitas khusus Einstein dipelajari oleh siswa kelas 12 di tingkat SMA/MA pada semester 2, materi ini sering kali dianggap siswa sebagai salah satu materi yang sulit untuk dipahami apalagi menyelesaikan soal-soalnya. Kesulitan yang dialami oleh siswa dalam menyelesaikan soal relativitas khusus einstein adalah bagaimana cara mengilustrasikan soal tentang penjumlahan kecepatan relativistik dan memasukkan besaran-besaran yang diketahui ke dalam rumus yang ada, kesulitan kedua yang dialami siswa dalam menyelesaikan soal relativitas khusus Einsten menentukan besarnya kecepatan v dari tetapan γ yang diketahui atau sebaliknya. Untuk yang kedua sih, mungkin banyak yang lebih kepada malas menghitung karena menggunakan persamaan yang cukup rumit.
Jurus jitu : menyelesaikan soal relativitas khusus einstein saya buat dengan maksud untuk sharing-sharing saja karena menurut saya cara ini bisa digunakan untuk membantu dalam memahami dan menyelesaikan soal tentang relativitas Einstein. Saya tidak mengklaim Jurus jitu (atau bisa disebut cara cepat, rumus cepat bebas lah) ini bukan berarti cara yang paling baik, mungkin diantara para pembaca ada yang memiliki cara yang lebih baik bisa di sharing di kolom komentar, serta jurus jitu ini bukan berarti cocok untuk digunakan oleh semua orang, karena pemahaman tiap orang pasti berbeda-beda, silahkan digunakan jika dirasa cocok jangan digunakan jika tak cocok. Sebelum membahas jurus jitu yang akan saja jabarkan, pertama-tama perlu diperhatikan beberapa konsep, untuk mengkroscek hasil perhitungan dengan teori yang ada.


Konsep 1 :
Tidak ada kecepatan yang melebihi kecepatan cahaya (c) yakni sebesar 3 x 108 m/s. sehingga kecepatan tidak mungkin bernilai lebih dari c, seperti 1,1 c, 2 c¸ 3,2 c dst.
Konsep 2 :
Nilai γ selalu lebih besar dari pada 1 (γ > 1)
Jika dalam perhitungan hasilnya tidak sesuai dengan konsep di atas, silahkan dicek kembali rumus atau perhitungannya.

Jurus Jitu Pertama : menyelesaikan soal penjumlahan kecepatan relativistik

Persamaan umum untuk penjumlahan kecepatan relativistik adalah
Jurus Jitu : Menyelesaikan Soal Relativitas Khusus Einstein
Keterangan :
vAB : kecepatan benda “A” terhadap benda “B”
vAP : kecepatan benda “A” terhadap benda “P”
vPB : kecepatan benda “P” terhadap benda “B”

Pada persamaan di atas saya menggunakan kata “benda” untuk menunjukkan objek yang diamati, akan tetapi pada soal biasanya objek dapat berupa pesawat, planet, elektron, peluru, dll. Perhatikan penulisan persamaan di atas selalu ada tiga buah kecepatan yakni satu kecepatan di ruas kiri (yang ditanyakan) dan dua kecepatan di sebelah kanan (yang diketahui), pada bagian indeksnya jika yang ditanyakan memiliki indeks “AB” maka penulisan indeks kecepatan pada ruas kanan harus “AP + PB”, jadi dapat kita katakan untuk “membentuk” indeks “AB” maka indeks penyusunnya adalah “AP + PB” atau bisa juga “A1 + 1B” dsb bergantung pada yang diketahui di soal, namun yang penting adalah bagian tengahnya harus sama. Dalam menyelesaikan soal tentang penjumlahan kecepatan relativistik ini, tidak terlalu sulit, beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah

  • Kecepatan adalah besaran vektor
  • Konsep dasar tentang kecepatan adalah bahwa kecepatan merupakan besaran vektor yang mana perlu memperhatikan arahnya. untuk dua benda yang bergerak searah maka kecepatannya sama-sama bernilai positif, sedangkan untuk dua benda yang bergerak berlawanan arah maka salah satu kecepatannya bernilai negatif dan yang lain bernilai positif
  • Kecepatan adalah besaran vektor
  • Peng”indeks”an besaran kecepatan harus sesuai dengan soal, hal ini penting untuk dilakukan agar tidak salah dalam memasukkan ke dalam persamaan, serta dalam memberikan indeks saya pribadi tidak harus selalu menggunakan indeks “1, 2, A, atau B” pemberian indeks disesuaikan dengan soalnya.
    Contoh :
    Pesawat terbang A bergerak dengan kecepatan v relatif terhadap planet Bumi. Penulisan kecepatannya adalah vAB
    Sebuah peluru ditembakkan dari pesawat 1 dengan kecepatan sebesar v relatif terhadap pesawat 1. Penulisan kecepatannya adalah vP1
  • Sifat indeks
  • Sifat indeks yang dimaksudkan disini adalah jika penulisan indeksnya dibalik maka kecepatannya akan bernilai negatif, perhatikan contoh berikut ini.
    vAB = -vBA
    vBP = -vPB
untuk lebih memahami jurus jitu yang pertama ini, mari kita simak beberapa contoh soal berikut.

Contoh soal 1
Sebuah pesawat bergerak dengan kecepatan 0,6 c terhadap bumi. Dari pesawat ditembakkan peluru dengan kecepatan 0,4 c searah dengan gerak pesawat. Kecepatan peluru terhadap bumi adalah ….
pembahasan soal nomor 1:
Berdasarkan soal di atas, kita dapat mengetahui ada tiga buah objek yang diamati yakni pesawat (indeks “P”), peluru (indeks “R”), dan bumi (indeks “B”), gerakan ketiga objek tersebut dapat diilustrasikan sebagai berikut.
Jurus Jitu : Menyelesaikan Soal Relativitas Khusus Einstein

vPB = 0,6c (kecepatan pesawat relatif terhadap bumi)
vRP = 0,4c (kecepatan peluru relatif terhadap pesawat)
vRB = ... ? (kecepatan peluru relatif terhadap bumi)
tuliskan persamaan umumnya sebagai berikut
Jurus Jitu : Menyelesaikan Soal Relativitas Khusus Einstein

(hasil kecepatannya tidak melebihi “c”)
Contoh Soal 2
Dua buah jet F16 Hornet dan F15 Tiger saling berpapasan, pengamat dibumi mengukur kecepatan jet F16 = 0,75 c dan jet F15 = 0,85 c. Tentukan kecepatan relatif jet F15 terhadap jet F16?
pembahasan soal nomor 2:
Berdasarkan soal di atas, kita dapat mengetahui ada tiga buah objek, yakni jet F16 Hornet (indeks “H”), jet F15 Tiger (indeks “T”) dan bumi (indeks “B”), gerakan ketiga objek tersebut dapat diilustrasikan sebagai berikut.
Jurus Jitu : Menyelesaikan Soal Relativitas Khusus Einstein

Perhatikan pertanyaannya, yakni kecepatan relatif jet F15 (Tiger) terhadap jet F16 (Hornet) sehingga penulisan indeks kecepatannya adalah vTH.
vHB = 0,75c (kecepatan pesawat F16 relatif terhadap bumi)
vBH = -0,75c (ketika indeksnya di balik, maka akan bernilai negatif)
vTB = -0,85c (kecepatan pesawat F15 relatif terhadap bumi)
tanda negatif, karena pesawat F15 Tiger bergerak ke kiri
vTH = ... ? (kecepatan pesawat F15 relatif terhadap pesawat F16)
kita dapat menuliskan persamaan umumnya sebagai berikut
Jurus Jitu : Menyelesaikan Soal Relativitas Khusus Einstein

Tanda negatif menunjukkan pesawat F15 Tiger bergerak ke arah kiri relatif terhadap bumi (hasilnya kurang dari “c”)
Contoh soal 3
Pesawat angkasa Alfa berkecepatan 0,9 c terhadap bumi, jika pesawat Beta melewati pesawat Alfa dengan kecepatan relatif 0,5 c. Berapakah kecepatan pesawat Beta terhadap bumi?
pembahasan soal nomor 3:
Berdasarkan soal kita dapat mengetahui ada tiga objek yakni pesawat angkasa Alfa (indeks “A”, pesawat angkasa Beta (indeks “B”), dan bumi (indeks “P”). gerak ketiga pesawat tersebut dapat diilustrasikan sebagai berikut.
Jurus Jitu : Menyelesaikan Soal Relativitas Khusus Einstein

vAP = 0,9c (kecepatan pesawat alfa terlatif terhadap bumi)
vBA = 0,5c (kecepatan pesawat Beta relatif terhadap pesawat Alfa)
vBP = ... ? (kecepatan pesawat Beta relatif terhadap bumi)
kita dapat menuliskan persamaan umumnya sebagai berikut
Jurus Jitu : Menyelesaikan Soal Relativitas Khusus Einstein

(hasil kecepatannya tidak melebihi “c”)

Jurus Jitu Kedua : hubungan antara kecepatan “v” dengan nilai “γ”

Dalam menganalisis gerak benda dengan kecepatan yang mendekati kecepatan cahaya, kita akan mengenal suatu nilai “γ” yang merupakan “faktor koreksi” dimana besarnya kecepatan ini dapat ditentukan dari kecepatan benda "v". nilai “γ” ini akan selalu ada ketika membahas soal tentang relativitas khusus Einstein baik itu terkait dengan massa, panjang, waktu, energi maupun momentum relativistik. Secara matematis hubungan antara kecepatan benda "v" dengan nilai “γ” dapat dilihat sebagai berikut.

Jurus Jitu : Menyelesaikan Soal Relativitas Khusus Einstein
Ketika melihat persamaan di atas, biasanya para siswa sudah berpikiran bahwa akan rumit penyelesaiannya sehingga menyebabkan rasa tidak ingin melanjutkan mengerjakan soal tersebut. sebagai contoh untuk benda yang bergerak dengan kecepatan 0,6c, nilai “γ” dapat ditentukan seperti berikut.

Jurus Jitu : Menyelesaikan Soal Relativitas Khusus Einstein
cara yang panjang seperti di atas sering kali membuat siswa sudah malas untuk mengerjakan soal. Nah pada kesempatan kali ini yang ingin saya share adalah salah satu cara atau teknik yang dapat digunakan untuk menentukan nilai “γ” dari kecepatan benda atau sebaliknya yakni dengan menggunakan konsep phytagoras.
Hubungan antara nilai “γ” dan kecepatan "v" dapat terlihat pada konsep phytagoras. Perhatikan gambar berikut untuk lebih jelasnya,

Jurus Jitu : Menyelesaikan Soal Relativitas Khusus Einstein

Konsep phytagoras sering digambarkan dalam segitiga siku-siku seperti gambar di atas yang terdiri dari tiga sisi yakni 2 sisi siku-siku dan satu sisi miring, segitiga siku-siku memiliki persamaan tersendiri yakni c2 = a2 + b2 dengan c adalah sisi miring serta a dan b adalah sisi siku-sikunya. misalkan sebuah benda bergerak dengan kecepatan v = 0,6c, maka kita dapat menuliskannya dalam bentuk pecahan biasa v = 6/10 c, dimana pembilang (6) sebagai salah satu sisi siku-siku dan penyebut (10) sebagai sisi miringnya (perhatikan gambar garis kuning). pasangan sisi siku-siku lainnya kita misalkan “x” seperti terlihat pada gambar. nilai “γ” dalam bentuk pecahan disusun atas sisi miring sebagai pembilang (10) dan sisi siku-siku yang belum diketahui sebagai penyebut (x) , sehingga dengan menggunakan aturan phytagoras pasangan angka untuk triple phytagoras yang cocok adalah 6, 8, 10. Dengan demikian nilai “γ” dapat dengan mudah kita ketahui besarnya 10/8.
Teknik ini dapat kita gunakan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan terkait dengan relativitas khusus Einstein, berikut disajikan tabel hubungan antara kecepatan v dengan nilai “γ” dengan menggunakan triple phytagoras.

Jurus Jitu : Menyelesaikan Soal Relativitas Khusus Einstein


Untuk lebih memahami jurus jitu yang kedua ini, perhatikan beberapa contoh soal dibawah ini.

Contoh soal 1
Pada saat bergerak, panjang sebuah pesawat menjadi setengah dari pesawat itu dalam keadaan diam. Jika c adalah kecepatan cahaya, maka kecepatan pesawat itu relatif terhadap pengamat yang diam adalah ….
pembahasan soal nomor 1:
Berdasarkan soal dapat diketahui,
L = ½ L0
v ... ?
persamaan panjang relativistik benda adalah
Jurus Jitu : Menyelesaikan Soal Relativitas Khusus Einstein

Jika kita setarakan dengan soal, maka
Jurus Jitu : Menyelesaikan Soal Relativitas Khusus Einstein

Ingat dengan menggunakan konsep tripel phytagoras sisi miringnya adalah 2 dan satu sisi siku-sikunya adalah 1, maka sisi siku-siku lainnya dapat ditentukan dengan cara
c2 = a2 + b2
22 = 12 + x2
4 = 1 + x2
x2 = 3
x = √3 panjang sisi siku-siku lainnya (sesuai dengan tabel di atas), sehingga kecepatan yang dimiliki oleh pesawat adalah v = ½ √3 c.
Contoh soal 2
Massa benda yang bergerak dengan kecepatan 0,8 c akan berubah menjadi n kali massa diamnya, maka n adalah ….
pembahasan soal nomor 2:
Berdasarkan soal dapat diketahui
v = 0,8 c
m = n m0
n ... ?
persamaan untuk massa relativistik adalah
m = γ m0
jadi pada dasarnya, n adalah nilai γ.
v = 0,8 c
v = 8/10 c
dimana:
10 adalah sisi miring
8 adalah salah satu sisi siku-siku,
Besarnya sisi siku-siku lainnya ditentukan dengan cara
c2 = a2 + b2
102 = 82 + x2
100 = 64 + x2
x2 = 36
x = 6
jadi besar n atau nilai “γ” nya adalah
γ = 10/6
Contoh soal 3
Berapakah massa relativistik sebuah partikel (massa diam = 6 kg) yang bergerak dengan kelajuan 0,28 c?
pembahasan soal nomor 3:
Berdasarkan soal dapat diketahui
m0 = 6 kg
v = 0,28 c
m ... ?
persamaan untuk massa relativistik adalah
m = γ m0
sehingga kita menentukan nilai γ terlebih dahulu dengan cara sebagai beriku
v = 0,28 c = 7/25 c
pasangan tripel phytagoras untuk bilangan 7 dan 25 adalah 24 (lihat di tabel), sehingga nilai γ = 25/24
jadi massa relativistiknya
m = γ m0
m = 25/24 . 6
m = 25/4
m = 6,25 kg
Contoh soal 4
Agar energi kinetik benda bernilai 20% energi diamnya dan c adalah kelajuan cahaya dalam ruang hampa, maka benda harus bergerak dengan kelajuan ....
pembahasan soal nomor 4:
Berdasarkan soal dapat diketahui
EK = 20% E0
v... ?
persamaan untuk energi relativisitik adalah
EK = (γ – 1) E0
20% E0 = (γ – 1) E0
0,2 = γ – 1
γ = 1,2
γ = 12/10
dimana
12 merupakan sisi miring
10 merupakan salah satu sisi siku-siku
Untuk itu kita dapat menentukan sisi siku-siku yang lain dengan cara
c2 = a2 + b2
122 = 102 + x2
144 = 100 + x2
x2 = 44
x = 2√11
sehingga benda harus bergerak dengan kecepatan
Jurus Jitu : Menyelesaikan Soal Relativitas Khusus Einstein


Demikian jurus jitu : menyelesaikan soal relativitas khusus Einstein yang bisa saya bagikan pada kesempatan kali ini, semoga bisa memberikan manfaat bagi para pembaca. jika ada saran-saran, kritik bisa dituliskan di kolom komentas

Selasa, 02 November 2021
no image

GALLERY

Iseng-iseng buat desain yang terinspirasi dari konsep-konsep materi pelajaran, seperti konsep fisika, kimia, biologi, dll. Disini karena saya tidak mempunyai tukang sablon maka desain-desain tersebut



Adwood Machine (Image)

Physics Equation

Simple Pendulum


Free Fall Motion

Density is Love

Newton Second’ law (T1)


DNA

Phi Number

Prinsip Aufbau

Saya mengupload gambar-gambar tersebut di situs POD (Print On Demand), karena saya tidak memiliki tukang sablon. jadi untuk urusan produksi akan di tangani oleh situs tersebut. berikut link toko saya di situs tersebut :
Ciptaloka : Lshirt
TeePublic : hakim91
Rabu, 15 September 2021
Induksi Elektromagnetik | Soal dan Pembahasan (Fisika Kelas 12 - part 1)

Induksi Elektromagnetik | Soal dan Pembahasan (Fisika Kelas 12 - part 1)

Induksi elektromagnetik merupakan salah satu materi yang ada di kelas 12 semester 1, materi ini sebenarnya tidak terlalu sulit untuk dipahami karena berkaitan dengan kehidupan sehari – hari sehingga dapat diilustrasikan. Untuk materi induksi elektromagnetik nanti akan saya tulis, ditunggu ya. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas beberapa soal tentang induksi elektromagnetik yang disertai dengan pembahasan dan tips untuk mengerjakan soal. Soal latihan ini saya tulis menjadi 2 bagian dan ini adalah soal dan pembahasan induksi elektromagnetik bagian 1, selamat menikmati.

Soal nomor 1

Sebuah bidang limas dengan, yang ukuran rusuk seperti tampak pada gambar berikut. Diletakkan dalam suatu medan magnet homogen.
Induksi Elektromagnetik | Soal dan Pembahasan (Fisika Kelas 12 - part 1)
Besar induksi magnetik 0,25 T dan berarah ke sumbu Y+. Fluks magnetik melalui sisi PQRS adalah ....
A. 0,10 Wb
B. 0,12 Wb
C. 0,15 Wb
D. 0,50 Wb
E. 0,60 Wb
Kunci jawaban: "B"
pembahasan soal nomor 1:
Berdasarkan soal dapat diketahui
B = 0,25 T
A = 1,6 x 0,5 = 0,8 m2
Untuk mempermudah mengerjakan perhatikan gambar berikut
Induksi Elektromagnetik | Soal dan Pembahasan (Fisika Kelas 12 - part 1)

Berdasarkan gambar di atas, kita dapat mengetahui bahwa sudut yang dibentuk oleh medan magnet dengan garis normal sebesar α, dengan nilai cos α = 0,3/0,5 = 0,6. Sehingga secara matematis kita dapat menuliskan besar fluks magnetiknya sebesar
Φ = B . A . cos α
Φ = 0,25 . 0,8 . 0,6
Φ = 0,12 Wb

Soal nomor 2

perhatikan gambar berikut!
Induksi Elektromagnetik | Soal dan Pembahasan (Fisika Kelas 12 - part 1)
Suatu batang logam netral bergerak dengan kecepatan v ke kiri melewati daerah bermedan magnetik seragam B dengan arah keluar bidang kertas. Gambar yang paling tepat melukiskan distribusi muatan pada permukaan batang logam adalah
Induksi Elektromagnetik | Soal dan Pembahasan (Fisika Kelas 12 - part 1)
Kunci jawaban: "D"
pembahasan soal nomor 2:
Berlaku kaidah tangan kanan dengan aturan
Ibu jari sebagai arah kecepatan “v”
Jari telunjuk sebagai arah medan magnet “B”
Jari tengah sebagai arah arus listrik “i” Sehingga pada batang logam akan mengalir arus dari bawah ke atas, maka bagian bawah batang potensialnya lebih tinggi (+) dan bagian atas logam potensialnya lebih rendah (-)

Soal nomor 3

Sebuah pesawat terbang kecil dengan panjang sayap 10 m, terbang secara mendatar ke arah utara pada kelajuan 60 m/s dalam suatu daerah dengan medan magnetik bumi 50 μT berarah 600 ke bawah terhadap arah mendatar (tanah). Besar GGL induksi antara ujung-ujung sayap adalah ....
A. 50 mV
B. 44 mV
C. 37 mV
D. 31 mV
E. 26 mV
Kunci jawaban: "E"
pembahasan soal nomor 3:
Berdasarkan soal dapat diketahui
l = 10 m
v = 60 m/s
B = 50 μT = 50 x 10-6 T
θ = 600
ε ... ?
untuk menyelesaikan soal di atas kita dapat menggunakan persamaan
ε = B l v sin θ
ε = 50 x 10-6 . 10 . 60 . sin 600
ε = 3 x 10-2 . 0,87
ε = 2,61 x 10-2 V
ε = 0,26 mV

Soal nomor 4

Perhatikan hal-hal berikut    
1) Menjaga suatu arus stabil pada kumparan lain yang posisinya tetap dengan kumparan A
2) Memutuskan arus dalam kumparan lainnya yang posisinya tetap di dekat kumparan A
3) Dengan cepat menggerakkan sebuah magnet ke dalam kumparan A
4) Dengan cepat menggerakkan sebuah magnet ke dalam dan keluar kumparan A
Saat terjadi secara terpisah, yang dapat menghasilkan GGL induksi pada kumparan A dengan posisi tetap ditunjukkan oleh nomor ....
A. 1)
B. 3)
C. 1) dan 3)
D. 2), 3), dan 4)
E. 1), 2), 3) dan 4)
Kunci jawaban: "D"
pembahasan soal nomor 4:
Secara proses timbulnya GGL induksi dapat digambarkan sebagai berikut
Perubahan medan magnet → perubahan fluks magnet → GGL Induksi
Perubahan medan magnet dapat terjadi dengan dua cara
  1. Menggerakkan kumparan di sekitar magnet atau sebaliknya (ada kecepatan)
  2. Mengubah besarnya arus listrik (bisa menggunakan arus AC atau memutus hubungkan dengan sumber arus)
Berdasarkan penjelasan di atas, maka yang dapat menghasilkan GGL induksi pada kumparan A adalah pernyataan nomor 2), 3) dan 4)

Soal nomor 5

Pada gambar berikut, kumparan 1 sedang digerakkan menuju kumparan 2.
Induksi Elektromagnetik | Soal dan Pembahasan (Fisika Kelas 12 - part 1)
Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut.
1) Kelajuan kumparan 1 ditingkatkan
2) Banyak lilitan kumparan 1 ditingkatkan
3) Baterai yang dihubungkan ke kumparan 1 diganti dengan baterai yang GGL-nya lebih tinggi
4) Hambatan ditambah

Perubahan yang akan meningkatkan arus induksi dalam kumparan 2 ditunjukkan oleh pernyataan nomor....
A. 4)
B. 1) dan 4)
C. 2) dan 3)
D. 1), 2), dan 3)
E. 1), 2), 3), dan 4)
Kunci jawaban: "D"
pembahasan soal nomor 5:
Proses timbulnya arus listrik induksi dapat digambarkan sebagai berikut
Perubahan medan magnet → perubahan fluks magnet → GGL Induksi → arus induksi
Peningkatan arus induksi dapat terjadi jika GGL induksinya juga meningkat, sesuai dengan persamaan
ε = NBAω
sehingga GGL induksi sebanding dengan
N = jumlah lilitan
B = medan magnet
A = Luas penampang
ω = kecepatan sudut

maka untuk meningkatkan arus induksi (meningkatkan GGL induksi) sesuai dengan pernyataan 1), 2), dan 3)

Soal nomor 6

Suatu medan magnetik seragam B yang tegak lurus bidang kertas melewati loop, seperti ditunjukkan gambar di samping. Medan magnetik berada dalam suatu jari-jari a dengan a < b dan berubah pada laju tetap. jika GGL induksi dalam loop kawat jari-jari b adalah ε, GGL induksi dalam loop kawat jari-jari 2b adalah ....
Induksi Elektromagnetik | Soal dan Pembahasan (Fisika Kelas 12 - part 1)

A. Nol
B. ε/2
C. ε
D. 2ε
E. 4ε
Kunci jawaban: "E"
pembahasan soal nomor 6:
Berdasarkan soal dapat diketahui
r1 = b
r2 = 2b
ε1 = ε
ε2 ... ?
berdasarkan persamaan
ε = NBAω
kita dapat mengetahui bahwa GGL induksi sebanding dengan luas penampang, sehingga kita dapat menuliskan persamaan perbandingannya sebagai berikut
Induksi Elektromagnetik | Soal dan Pembahasan (Fisika Kelas 12 - part 1)

Soal nomor 7

Dua kumparan P dan Q dililitkan pada suatu inti besi lunak seperti ditunjukkan pada gambar. sakelar K mula-mula terbuka dan kemudian tertutup
Induksi Elektromagnetik | Soal dan Pembahasan (Fisika Kelas 12 - part 1)
Pernyataan yang benar mengenai rangkaian dengan kumparan Q setelah sakelar K ditutup adalah ....
A. Arus akan mengalir sesaat dari X ke Y melalui G
B. Arus akan mengalir sesaat dari Y ke X melalui G
C. Arus tetap akan mengalir sesaat dari X ke Y melalui G
D. Arus tetap akan mengalir sesaat dari Y ke X melalui G
E. Tidak akan ada arus mengalir di G
Kunci jawaban: "B"
pembahasan soal nomor 7:
Ketika sakelar K ditutup, maka arah arus dan induksi yang terjadi dapat digambarkan sebagai berikut
Induksi Elektromagnetik | Soal dan Pembahasan (Fisika Kelas 12 - part 1)

Untuk menentukan arah fluks (utama dan induksi) dan arah arus induksi dapat menggunakan kaidah tangan kanan, dimana
  1. 4 jari melingkar sebagai arah arus
  2. Ibu jari menunjukkan arah fluks magnetnya
Sehingga arus akan mengalir pada galvanometer, tapi ingat fluks utama hanya akan muncul jika ada perubahan arus listrik (ketika sakelar ditutup) jika kemudian sakelar dibiarkan tertutup maka tidak ada arus fluks utama yang muncul sehingga tidak ada fluks induksi dan arus listrik induksi. oleh sebab itu arus induksi hanya muncul sesaat saja.

Soal nomor 8

Sebuah solenoide dengan 200 lilitan dan luas penampang 0,7 cm2 memiliki medan magnetik 0,80 T sepanjang porosnya. Jika medan magnetik dikurung dalam solenoide dan berubah pada laju 0,30 T/s. besar beda potensial dalam solenoida akan menjadi adalah ....
A. 0,18 V
B. 0,24 V
C. 0,48 V
D. 4,8 V
E. 7,2 V
Kunci jawaban: "D"
pembahasan soal nomor 8:
Berdasarkan soal dapat diketahui
N = 200 lilitan
A = 0,7 cm2 = 7 x 10-5 m2
dB/dt = 0,30 T/s
ε ... ?
Induksi Elektromagnetik | Soal dan Pembahasan (Fisika Kelas 12 - part 1)

Soal nomor 9

Sebuah loop bidang terdiri atas empat lilitan kawat, masing-masing luasnya 300 cm2. Diarahkan tegak lurus suatu daerah medan magnetik yang besarnya bertambah secara tetap dari 10 mT menjadi 25 mT dalam waktu 5 ms. Arus induksi yang dibangkitkan dalam kumparan sebesar 72 mA, jika hambatan kumparan adalah ....
A. 5 Ω
B. 7,5 Ω
C. 10 Ω
D. 12,5 Ω
E. 15 Ω
Kunci jawaban: "A"
pembahasan soal nomor 9:
Berdasarkan soal dapat diketahui
A = 300 cm2 = 3 x 10-2 m2
N = 4
ΔB = 25 – 10
ΔB = 15 mT = 15 x 10-3 T
Δt = 5 ms = 5 x 10-3 s
I = 72 mA = 72 x 10-3 A
R ... ?
Menentukan GGL Induksi
ε = NA ΔB/Δt
ε = 4 . 3 x 10-2 (15 x 10-3 / 5 x 10-3)
ε = 36 x 10-2 V
Menentukan nilai hambatan
R = ε/I
R = 36 x 10-2 / 72 x 10-3
R = 5 Ω

Soal nomor 10

Sebuah kawat melingkar dengan hambatan 9 Ω diletakkan dalam fluks magnetik yang berubah terhadap waktu, dinyatakan dengan Φ = (3t – 5)2 . arus yang mengalir dalam kawat pada t = 4 s adalah ....
A. 4,7 A
B. 8 A
C. 18 A
D. 30 A
E. 42 A
Kunci jawaban: "A"
pembahasan soal nomor 10:
Berdasarkan soal dapat diketahui
N = 1
R = 9 Ω
Φ = (3t – 5)2
t = 4 s
I ... ?
Menentukan GGL Induksi
Induksi Elektromagnetik | Soal dan Pembahasan (Fisika Kelas 12 - part 1)

Menentukan arus induksi
R = ε/I
R = 42/9
R = 4,7 Ω

Soal nomor 11

Sebuah kumparan mempunyai induktansi 700 mH. besara GGL induksi yang dibangkitkan dalam kumparan itu jika ada perubahan arus listrik dari 300 mA menjadi 60 mA dalam waktu 0,02 sekon secara beraturan adalah ....
A. 2,8 V
B. 4,2 V
C. 4,8 V
D. 6,4 V
E. 8,4 V
Kunci jawaban: "E"
pembahasan soal nomor 11:
Berdasarkan soal dapat diketahui
L = 700 mH = 7 x 10-1 H
Δi = 300 – 60
Δi = 240 mA = 24 x 10-2 A
Δt = 0,02 s = 2 x 10-2 s
ε ... ?
ε = L Δi/Δt
ε = 7 x 10-1 (24 x 10-2 / 2 x 10-2)
ε = 7 x 10-1 . 12
ε = 8,4 V

Soal nomor 12

Pada sebuah kumparan mengalir arus dengan persamaan I = sin πt. Jika koefisien induksi diri kumparan 8 H. GGL induksi dari yang terjadi dalam kumparan tersebut sesudah selang waktu 1/3 detik adalah ....
A. ¼π volt
B. 1/5π volt
C. ½π volt
D. 2π volt
E. 4π volt
Kunci jawaban: "E"
pembahasan soal nomor 12:
Berdasarkan soal dapat diketahui
I = sin πt
L = 8 H
t = 1/3 s
ε ... ?
Induksi Elektromagnetik | Soal dan Pembahasan (Fisika Kelas 12 - part 1)

Soal nomor 13

Sebuah generator menghasilkan GGL maksimum 12 V ketika kumparan berputar pada 750 rpm (rpm = rotasi per menit). GGL maksimum generator ketika kumparan berputar 2.250 rpm adalah ....
A. 4 V
B. 12 V
C. 18 V
D. 27 V
E. 36 V
Kunci jawaban: "E"
pembahasan soal nomor 13:
Berdasarkan soal dapat diketahui
ε1 = 12 V
ω1 = 750 rpm
ω2 = 2.250 rpm
ε2 ... ?
hubungan antara GGL induksi dengan kecepatan sudut dapat terlihat pada persamaan ini
ε = NBAω
berdasarkan persamaan di atas, kita dapat mengetahui bahwa GGL induksi sebanding dengan kecepatan sudut, sehingga kita dapat menuliskan persamaan perbandingannya sebagai berikut
Induksi Elektromagnetik | Soal dan Pembahasan (Fisika Kelas 12 - part 1)

Soal nomor 14

Sebuah trafo step-up mengubah tegangan 20 V menjadi 160 V. jika efisiensi trafo itu 75% dan kumparan sekundernya dihubungkan ke lampu 160 V, 60 W, kuat arus dalam kumparan primernya adalah ....
A. 8 A
B. 6 A
C. 4 A
D. 3 A
E. 2 A
Kunci jawaban: "C"
pembahasan soal nomor 14:
Berdasarkan soal kita dapat mengetahui
VP = 20 V
VS = 160 V
η = 75%
VL = 160 V
PL = 60 W
IP ... ?
Jika kita melihat spesifikasi lampu, maka tegangan sekunder yang dikeluarkan oleh trafo sesuai untuk menyalakan lampu dengan optimal dengan kuat arus yang mengalir pada lampu adalah
P = V . I
60 = 160 . I
3/8 A = I
Arus yang mengalir pada lampu tersebut sama dengan arus sekunder yang dihasilkan oleh trafo. Sehingga kita dapat menentukan besar arus primernya dengan persamaan
Induksi Elektromagnetik | Soal dan Pembahasan (Fisika Kelas 12 - part 1)

Soal nomor 15

Sepuluh lampu 12 V/20 W terhubung paralel dengan kumparan sekunder suatu trafo step-down dengan kumparan primernya terhubung dengan sumber daya PLN 200 V. jika besar arus primer yang dapat diambil dari sumber daya PLN adalah 5/4 A, besar efisiensi trafo itu adalah ....
A. 30 %
B. 50 %
C. 75 %
D. 80 %
E. 90 %
Kunci jawaban: "D"
pembahasan soal nomor 15:
Berdasarkan soal kita dapat mengetahui
n = 10 buah
VL = 12 V
PL = 20 W
VP = 200 V
IP = 5/4 A
η ... ?
kita anggap bahwa semua lampu bekerja dengan optimal
Tegangan yang diterima oleh lampu sama dengan tegangan sekunder trafo yakni
VS = 12 V
Setiap lampu akan mendapat tegangan 12 V dengan kuat arus yang mengalir di lampu adalah
PL = VL . IL
20 = 12 . IL
5/3 A = IL
Untuk 10 buah lampu sejenis yang dirangkai paralel, besar kuat arus total dalam rangkaian adalah
Itot = 5/3 . 10
Itot = 50/3 A
Besar arus total ini sama dengan besar arus yang dihasilkan oleh trafo atau arus sekundernya. Efisiensi trafo dapat ditentukan dengan persamaan
Induksi Elektromagnetik | Soal dan Pembahasan (Fisika Kelas 12 - part 1)
Get new posts by email:
Mode Malam